Kamera apa yang paling baik ?

6 07 2009

Pertanyaan di atas kerap dilontarkan terutama oleh pemula, mereka biasanya bingung untuk menentukan kamera apa yang akan mereka gunakan. Kita yang pengguna juga sulit menentukan kamera apa yang mereka gunakan . Kebanyakan di forum-forum photography yang ada sekarang ini akan menjadi bahan tertawaan dan tidak kurang komentar-komentar pedas seperti “baca dulu topik-topik lama”, “udah cari di Google.com belum?”, atau “mustinya kamu baca2 dulu review-review kamera, kan banyak di Internet”.


Memang untuk anggota yang sudah lama pertanyaan ini cenderung menyebalkan, selalu muncul berulang-ulang dan si penanya terkesan culun dan malas karena pertanyaannya terlalu umum. Padahal mungkin yang bertanya cukup serius dan penuh ketidaktahuan (dan sedikit faktor malas membaca aturan). Padahal kuncinya cuma satu: Anda sendiri yang bisa menjawabnya. Meminjam kata-kata fotografer dan jurnalis kenamaan Om Arbain Rambey: “kalau ada kamera yang paling baik pasti kamera merek itu bakal laku keras dan merek lain nggak bakal laku”. Betul juga.

Sebetulnya untuk menjawab masalah klasik ini saya sudah pernah menulis artikel TO BUY OR NOT TO BUY yang mustinya cukup bermanfaat untuk Anda yang ingin membeli kamera baru atau mengganti kameranya dengan model yang lebih mutakhir. Tapi karena faktor ketidaktahuan (dan sedikit kemalasan) tadi maka artikel tersebut sering terlewat.

OK, untuk menghemat waktu, saya akan sarikan sedikit artikel tersebut di sini ditambah beberapa tips lain di akhir tulisan ini.

Langkah-langkah memilih kamera:

1)     Kenali karakteristik Anda sendiri dalam bidang fotografi

a.     Seberapa sering kita memotret?

(misal: sepuluh gambar dalam sebulan, limaratus gambar dalam

sehari)

b.     Situasi memotret yang bagaimana yang paling sering kita hadapi?

(misal: dalam ruangan, lapangan olahraga, perjalanan, studio, dsb.)

c.     Berapa anggaran yang kita sediakan?

d.     Seberapa perlu untuk memiliki kamera tersebut?

(misal: harus punya besok, karena untuk memotret adik Anda yang

akan menikah lusa)

  • e. Target waktu ‘balik modal’ dari kamera yang akan kita beli tersebut?
    Tips: jika Anda bukan profesional dalam arti dapurnya ngebul bukan dari fotografi, ‘balik

modal’ bisa diukur dari kefasihan Anda dalam memahami penggunaan kamera tersebut.

Contoh: jika Anda masih perlu lebih dari 2 detik dalam menyetel mirror lock-up atau white

balance, mungkin kamera Anda itu masih belum ‘balik modal’.

2) Tentukan fitur-fitur kamera yang Anda inginkan sesuai     karakteristik memotret Anda di atas. Fitur-fitur tersebut seperti:

Harga, Berat, warna body, ukuran sensor dan resolusi, ukuran body, Panjang focal lensa (zoom berapa kali? Dari berapa mm ke berapa mm?), Jenis batere (jenis AA biasa atau Lithium yang khusus), Kekuatan flash, Ketersediaan asesoris, Kemampuan ISO tinggi untuk pemotretan dalam cahaya rendah tanpa flash, dsb.

3) Susunlah fitur-fitur tersebut sesuai skala prioritas:

Prioritas 1: Must have. Kamera tersebut harus memiliki fitur ini.

Prioritas 2: Good to have. Fitur yang dianggap penting namun

bisa dikorbankan jika memang tidak tersedia.

Prioritas 3: Nice to have. Fitur yang tidak penting, kalau tidak ada ya tidak apa-apa, tapi

kalaupun ada tentu lebih menyenangkan.

4) Baca-baca review kamera dari berbagai majalah fotografi & gadget atau situs-situs fotografi. Carilah kamera yang memiliki fitur seperti yang Anda inginkan di atas. Situs-situs tersebut seperti:

www.dpreview.com

www.dcviews.com

www.steves-digicams.com

http://www.reviews.cnet.com

www.digitalcamerareview.com

www.fredmiranda.com

www.dcresource.com, dsb.

5)  Tips-tips tambahan:

5.1. Jangan bersikap fleksibel terhadap budget yang sudah

anda sediakan. Pilihan model kamera memang dibuat

sedemikian rupa supaya seolah dengan ‘nambah uang dikit

lagi akan dapat fitur tambahan ini dan itu’. Ingat-ingat

prioritas fitur di Langkah 3 di atas.

5.2.Jangan lupa menyiapkan dana untuk membeli asesoris

penting seperti memory card, batere, lensa tambahan,

dsb.

5.3.Jika Anda benar-benar ingin belajar fotografi, belilah

kamera yang ada mode Manual nya. Tidak harus SLR atau

Digital SLR, bisa juga pocket camera tapi asal ada pilihan

speed, diafragma & ISO yang bisa disetel secara manual

oleh kita sendiri.

5.4.Pilih kamera yang baterenya tahan lama atau batere

cadangannya tidak mahal, percuma bawa kamera kalau

tidak bisa dipakai kan?

5.5.Jangan percaya begitu saja terhadap apa kata orang bahkan teman sekalipun. Kamera yang baik untuk mereka belum tentu baik untuk Anda. Telaah kembali karakteristik fotografi Anda dan bandingkan dengan karakteristik fotografi teman Anda tersebut. Jika memang banyak kemiripan, bolehlah menaruh kepercayaan kepadanya.

5.6.Usahakan untuk mencoba sendiri perangkat fotografi yang hendak Anda beli. Jepretlah sebanyak mungkin sebatas tidak membuat si penjual menjadi kesal dan analisa hasilnya dengan teliti. Bila perlu bayar dulu dengan perjanjian bisa dikembalikan dalam waktu 3 hari jika memang tidak cocok.

artikel di ambil dari

(http://www.fotografer.net/isi/forum/topik.php?id=539093)


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: