Exposure & Metering Control

7 07 2009

EXPOSURE CONTROL

Hehehe… buat yang belom pernah denger kata tersebut…. Let me explain a bit

Exposure Control ato bahasa Indonesianya Kontrol pencahayaan…pada dasarnya ada lah langkah-langkah untuk mengontrol jumlah cahaya yang tertangkap sensor kamera/film…

Exposure control ini yang akan menentukan…apakah foto kita akan terlalu terang…Terlalu gelap…..Atau normal2 sajaa


Itungan dasarnya Exposure = Intensitas x waktu

Jadi dalam mengontrol cahaya yang masuk…ada 2 parameter…Intensitas, dan waktu

PHOTOGRAPHY TRIANGLE

Bisa dibilang… ini adalah yang paling dasar…dari segala teknik fotografi….

Bisa dibilang juga…. Exposure Control = Triangle Photography….

Intinya seperti namanya..Triangle Photography adalah 3 Elemen pada kamera yang digunakan untuk mengontrol cahaya….

Kita liat yang pertama dulu…

Shutter Speed

Shutter speed seperti namanya…. adalah kecepatan shutter (rana)…

Dari rumus exposure di atas…. Ini satu2nya elemen yang mengontrol waktu… (hmm sebenernya ntar ada lagi siy…tapi itu materi High Speed Photography…bukan buat basic )

Hmm shutter itu apa???

Shutter itu…..shut-ter hmm gw tau keliatannya aneh…tapi emang begitu…artinya penutup..

Ini gambarnya….

tolong digaris bawahi yaa shutter bukan mirror….!! Lebih lanjut tentang shutternya sendiri ntar di bahas di kelas Camera

apa yang perlu kita tau soal shutter speed???

Ok…satuan kecepatan dari shutter speed adalah detik…

Tapi biasanya yang digunakan adalah kecepatan kurang dari satu detik…

dengan kenaikan biasanya ½ stop ato 1/3 stop

hmm….gw kasi yang banyak ditemui di kamera jaman sekarang aja yaa dengan kenaikan 1 stop…

Bulb—30”—15”—8”—4”—2”—1”–½”–¼” –1/8”–1/15”–1/30”–1/60”–1/125”–1/250”—1/500—1/1000—1/2000-1/4000—1/8000

Petunjuk singkat….

Kalo angkanya pake “1/” …semakin gede angka di bawahnya ….kecepatannya semakin cepet…..

Kalo angkanya ga pake “1/” berarti semakin gede angkanya semakin lambat kecepatannya

Semakin cepat shutter….hasilnya ada 2

1. Cahaya yang masuk semakin dikit…liat lagi rumus di atas Exposure = Intensitas x Waktu…hasilnya foto semakin gelap

2. Objek akan semakin “diam” (freezed)….

Cara ngatur shutter speed di kamera??? Hmmm kalo itu silakan refer ke manual masing2….hehehe tiap kamera beda2….

Yang kedua…

Aperture

Aperture itu di bahasa Indonesianya adalah Diafragma, atau “bukaan”… kalo di mata…aperture itu pupil… Aperture ini yang ngatur banyak atau sedikitnya cahaya yang masuk setiap waktu…..(Intensitas Cahaya)…

Seperti shutter speed, Aperture diitung berdasarkan stop/step

Bedanya….kalo di shutter speed 1 stop itu 2 kali (ato setengah) speed awal..

Di aperture hmmm ..duh lupa gw rumusnya …yaa liat aja deh angka2 di bawah

Oh iya…acuan Aperture adalah bukaan mata manusia. Yang dikenal dengan F/1

Urutannya

F/1 – F/1.4 – F/2 – F/2.8 – F/4 – F/5.6 – F/8 – F/11 – F/16 – F/22 – F/32

Dari F/1 ke F/1.4 disebut turun satu stop…

Dari F/2.8 ke F/2 disebut naik satu stop

Simpelnya….semakin kecil angkanya…semakin besar Bukaannya….

Apa aja yand dipengaruhi oleh aperture??

Kalo ga salah inget…hehehe aperture ngaruh ke 3 hal…

1. Intensitas Cahaya…

Semakin besar Aperture (angka semakin kecil)….jumlah cahaya yang masuk semakin banyak…hasilnya Foto semakin terang

2. Depth of Field…

Semakin besar aperture, semakin kecil ruang tajamnya…(Background dan Foreground Blur, hanya Objek Utama yang tajam)…

Semakin kecil aperture semakin besar ruang tajamnya… (keseluruhan frame tajam)…..

Lebih lanjut tentang DoF nanti di bahas di Lensa…

3. Kontras dan Detail…

Semakin kecil aperture…kontrasnya akan semakin rendah dan detail akan semakin tinggi…

Sebaliknya semakin besar aperture, kontrasnya akan semakin tinggi dan detail semakin hilang…

Ini masi berhubungan dengan DoF…

Yang ketiga….

ISO

First of all ISO bukan bahasa jawa….

ISO adalah International Standard Organization….. hubungannya dengan ISO 9001, 10002, blablabla…. Yaa yang mengeluarkan standarnya adalah badan yang sama…

Untuk kecepatan Film / ISO Film…ISOnya – ISO 5800:1987 untuk Film , dan ISO 12232:2006 untuk sensor.

ISO adalah standar internasional untuk tingkat kepekaan Film atau Sensor…

Sebelum adanya ISO, digunakan ASA untuk fotografer2 amerika, dan DIN untuk fotografer eropa..

Prinsip dasar

1. Semakin tinggi nilai ISO….semakin peka sensor atau Film tersebut….

2. Kepekaan yang tinggi ini menyebabkan Signal Noise pada Sensor dan penggunaan Butiran perak halide kasar pada film.

3. Seperti Shutter speed dan Aperture, ISO juga menggunakan Stop….

Deret Kepekaan Sensor/ Film

50 – 100 – 200 – 400 – 800 -1600 -3200 -6400

Semakin rendah angkanya semakin halus gambar yang dihasilkan…dan semakin tidak sensitive sensor/filmnya

Semakin tinggi angkanya sensor/film semakin sensitive dengan cahaya dan semakin kasar hasil fotonya

Contoh hitungan sederhana dari Photography Triangle :

Kondisi Cahaya outdoor jam 12 siang tidak ada awan

ISO Shutter Aperture

100 1/125 f/11

100 1/250 f/8

100 1/60 f/16

200 1/125 f/16

200 1/250 f/8

800 1/500 f/11

800 1/2000 f/5.6

Settingan exposure di atas akan menghasilkan Foto dengan intensitas cahaya yang kurang lebih sama…

blue_penguin

15-04-2008, 05:57 PM

METERING MODE

Hmm metering…artinya pengukuran….hehehe

Well apa yang diukur???

Dalam fotografi…yang diukur adalah intensitas/kekuatan cahaya

Apakah cahayanya terlalu terang, terlalu gelap, atau normal2 aja…

Metering digunakan sebagai “penolong” perhitungan settingan exposure.

Berhubung ini basic….jadi gw ga bakal lanjut banyak tentang metering itu sendiri….

Langsung aja ke metering mode

Ada 3 mode metering (gw pake yang lazim, dan gw pake istilah dari Nikon ya abis punyanya Nikon doang)

SPOT

Spot ini yang jadi dasar dari metode pengukuran yang lain…

Spot metering akan mengukur sekitar 1-5% dari keseluruhan frame…. Pada kamera SLR/DSLR baru, spot metering akan mengukur pada titik focus yang dipilih….

Gw pribadi selalu menyarankan orang untuk make spot metering ini….tapi beberapa orang berpendapat kalo Spot metering terlalu sulit…

Eh iya bidang pengukurannya biasanya bentuknya lingkaran yaa..

CENTER WEIGHTED

Center weighted pada dasarnya adalah spot metering yang posisinya terus2an di tengah dengan bidang pengukuran sekitar 60-80% dari keseluruhan frame…

Oh iya bentuknya biasanya oval…

gw pribadi…jarang make mode ini… paling buat action kali yaa

MATRIX/EVALUATIVE

Simpelnya….Matrix mengukur keseimbangan intensitas cahaya pada keseluruhan frame..

Hampir semua kamera digital (termasuk kamera hape) menggunakan mode metering ini…

wlopun gw lebih seneng pake spot, gw pribadi bilang….sebenernya metering mode ini reliable…

kalo make Shooting mode Aperture Priority, Shutter Priority, dan Program..pastiin pake mode metering ini…

satu lagi secara default mode metering yang dipake di kamera adalah mode ini….

Artikel diambil dari

(http://kaskus.us/showthread.php?t=876617


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: