White Balance

2 09 2009

White balance (WB) memang bisa tidak ada artinya bagi kamera konvensional, akan tetapi bagi kamera digital sangat penting. Karena hal itu menjadi kunci kesuksesan pemotretan terutama ditinjau dari sisi warna dan cahaya. Namun sebelum melangkah lebih lanjut berkaitan dengan white balance, perlu diketahui bahwa pengaturan WB belum tentu bisa mengoreksi semua warna yang kita kehendaki dalam pemotretan. Pada beberapa situasi spesifik, filter seperti polarizing masih tetap diperlukan dalam pemotretan digital.

Ada dua metode atau model pendekatan penggunaan WB, yaitu auto atau manual. Dengan auto bila ada kesalahan komputer kamera dalam menginterpretasi WB, apabila objek foto didominasi warna tertentu dan tidak ada warna putih sedikit pun yang dapat dijadikan refrensi oleh komputer pengolah. Misalnya pada suasana sore hari menjelang matahari terbenam, maka nuansa warnanya kemungkinan akan didominasi dengan selaput warna hangat yang bila diperlukan hasil ini bisa dikoreksi dengan menggunakan software pengolah foto di komputer.

Dengan manual, menyeleksi temperatur warna yang sesuai atau mendekati kondisi cahaya pada saat pemotretan. Karena itu diperlukan sedikit kecakapan memperkirakan berapa derajat (Kelvin) cahaya di sekitar objek yang sedang difoto untuk pengaturan manual.

WB dalam pemotretan menggunakan kamera digital berkaitan erat dengan bracketing yang merupakan suatu alternatif pemotretan untuk mendapatkan hasil pemotretan dengan pencahayaan akurat. Hal ini merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam pemotretan akan menjadi lebih sempurna bila pemotret telah mengatur WB secara tepat.

Sekalipun dengan kamera digital pengoreksian atau alternatif pencahayaan dapat dilakukan dengan mengubahnya menggunakan komputer, seperti kita ketahui, berbagai kekurangannya sering mengakibatkan foto menjadi tidak tajam atau sisi lain yang menyebabkan tambahan waktu pengerjaannya. Maka lebih baik melakukan pemotretan dengan bracketing sehingga tak perlu mengalokasikan waktu lebih lama lagi dan mendapatkan foto dengan standar warna, mutu serta ketajaman yang baik.

Siapa pun pemotret tentu menginginkan hasil pemotretannya sesempurna mungkin. Karena kamera digital sangat rentan terhadap cahaya putih dan pemotretan yang dilakukan menentang sinar, maka dalam fotografi digital tindakan bracketing sebaiknya tetap dilakukan oleh pemotret. Tujuannya untuk kesempurnaan hasil pemotretan.



Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: